Warga Sipil Diserang Senjata Tajam di Dekai Yahukimo, Diduga Ulah Kelompok OPM

Seorang warga bernama Adit (42) menjadi korban serangan senjata tajam di Komplek Kali Bonto, Distrik Dekai, Yahukimo, pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 19.10 WIT. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah setelah diduga diserang oleh kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo dan kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai. Korban mengalami luka bacok di leher dan lengan kiri serta luka tusuk di paha kanan, namun hingga pukul 20.45 WIT masih dalam kondisi sadar dan mendapat perawatan intensif. Aparat gabungan TNI-Polri meningkatkan kewaspadaan dan patroli untuk mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan.

Warga Sipil Diserang Senjata Tajam di Dekai Yahukimo, Diduga Ulah Kelompok OPM
BREAKING NEWS

YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN — Aksi kekerasan kembali menyasar warga sipil di wilayah Papua Pegunungan. Seorang warga bernama Adit (42) menjadi korban pembacokan di Komplek Kali Bonto, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (20/8/2026) malam. Pelaku penyerangan diduga kuat merupakan anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo.

Berdasarkan laporan kronologis, insiden berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 19.10 WIT. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh saksi bernama David Tri Harimurti (44) yang mendengar teriakan minta tolong dari arah tempat korban berada.

Saat saksi mendekat ke lokasi, korban ditemukan sudah dalam kondisi bersimbah darah. Tanpa menunggu lama, saksi langsung mengevakuasi korban menggunakan sepeda motor menuju RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Setibanya di RSUD Dekai pada pukul 19.27 WIT, korban langsung ditangani oleh tim medis. Akibat serangan tersebut, korban menderita sejumlah luka serius — Luka bacok pada leher bagian depan, lengan sebelah kiri dan Luka tusuk pada paha bagian kanan.

Meskipun menderita luka berat, pihak rumah sakit memastikan bahwa hingga pukul 20.45 WIT, korban masih dalam kondisi sadar dan terus mendapatkan perawatan intensif.

Pihak keamanan mencatat bahwa serangan menggunakan senjata tajam ini diduga kuat sengaja dilakukan oleh Kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo untuk menunjukkan eksistensi mereka sekaligus menciptakan situasi yang tidak kondusif di wilayah Kota Dekai.

Menyikapi insiden ini, aparat gabungan TNI-Polri di wilayah penugasan maupun kewilayahan Yahukimo tengah meningkatkan kewaspadaan. Patroli diperketat untuk mengantisipasi aksi gangguan keamanan lanjutan yang dilakukan secara spontan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, menjaga keselamatan diri, dan menghindari beraktivitas sendirian di tempat-tempat yang sepi.
Last updated: 27 Aug 2026 19:16
← View All Berita