Pengakuan yang Diabaikan: Ketika TPNPB Mengaku Melakukan Kekerasan Bersenjata, Narasi Politik Justru Menyalahkan Kebijakan Keamanan
Rangkaian aksi kekerasan yang terjadi di Papua pada awal Juli 2026, termasuk penembakan pilot Amerika Nicholas F. Goselin, pembakaran pesawat misi kemanusiaan PT AMA di Yahukimo, serta tewasnya sejumlah warga sipil di Intan Jaya, memicu krisis kemanusiaan sekaligus perdebatan mengenai akar konflik. Di tengah berkembangnya tuduhan pelanggaran HAM oleh aparat, TPNPB secara terbuka mengakui bertanggung jawab atas penembakan pilot dan pembakaran pesawat, dengan alasan wilayah tersebut merupakan "zona perang". Meski terdapat pengakuan dari kelompok bersenjata, sejumlah tokoh, aktivis, dan pihak lain tetap menitikberatkan kritik pada kebijakan keamanan pemerintah serta menyerukan penarikan aparat dari Papua. Tulisan ini menyoroti bahwa berbagai kasus penyerangan terhadap pilot, pekerja kemanusiaan, dan warga sipil selama dua dekade terakhir juga telah dikaitkan dengan kelompok bersenjata, sehingga penanganan konflik dinilai perlu berlandaskan fakta, termasuk pengakuan para pelaku, tanpa mengabaikan perlindungan hak asasi manusia dan keselamatan masyarakat sipil.