MIMIKA, 20 Agustus 2026 โ Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, membeberkan kronologi insiden pembawaan paksa sembilan warga sipil perempuan oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Berdasarkan pernyataan resmi Dandim, insiden tersebut bermula dari serangan kelompok bersenjata pada pagi hari di wilayah Jila. Setelah aparat membalas tembakan dan kelompok tersebut mundur, TNI melakukan konsolidasi personel sebelum bergerak menyisir jalur mundur pelaku. Saat penyisiran itulah, Komandan Rayon Militer (Danramil) Jila menerima laporan mendesak dari warga setempat mengenai sejumlah warga yang dipaksa ikut oleh kelompok tersebut.
Letkol Inf Teuku Jozanda secara khusus menyoroti rentannya para korban yang dibawa paksa. Dari sembilan perempuan, enam di antaranya masih berstatus anak di bawah umur, termasuk siswi SD dan seorang remaja yang sedang hamil muda. Berikut adalah rincian identitas para korban:
* Nemerina Wamang (17 Tahun, dalam kondisi hamil muda)
* Alin Mesawarol (Siswi Kelas 6 SD)
* Nopi Aim (Siswi Kelas 4 SD)
* Opinte Mesawaro (Siswi Kelas 3 SD)
* Yotina Senawatme (18 Tahun)
* Meria Nibilingame (15 Tahun)
* Wena Katagame (18 Tahun)
* Ilimin Onawame (18 Tahun)
* Miante Nibilingame (13 Tahun)
Tragedi ini juga memakan korban ketika warga berupaya melawan. Dandim mengonfirmasi adanya dua orang ibu yang tidak terima dan berusaha gigih mencegah anak-anaknya dibawa. Buntut dari penolakan tersebut, satu orang ibu (Neregungget Magai) ditembak di tempat hingga meninggal dunia. Sementara itu, satu ibu lainnya (Inkolung Ain) dibuang ke jurang hingga menderita patah tulang pada bagian kaki dan kini tengah menjalani perawatan medis.
Merespons tindakan yang dinilai sangat tidak manusiawi tersebut, Letkol Inf Teuku Jozanda menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan cepat dengan menerjunkan satu tim Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Dandim juga mengimbau masyarakat untuk tenang. โJangan khawatir, kita sudah merespons, insyaallah nanti akan ada hasil,โ tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Distrik Jila dilaporkan berangsur kondusif. Penyaluran bantuan logistik masih dalam tahap persiapan, menunggu cuaca dan jaminan keamanan yang memungkinkan untuk rute penerbangan.