Fakta Perusakan Kantor Bupati Intan Jaya: Barang Curian Ditemukan, Warga Diminta Waspada Pelintiran Hoax OPM

Polres Intan Jaya tengah melakukan penyidikan intensif terkait kasus perusakan dan pencurian barang inventaris negara di Kantor Bupati Intan Jaya, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, yang terjadi pada 28 Oktober 2026. Sejumlah barang yang sebelumnya dilaporkan hilang, berupa brankas dokumen, inverter, dan sepeda motor, berhasil ditemukan oleh seorang ASN bernama Yoakim Mujizau di kawasan Kampung Mamba Bawah dan telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti. Dalam rangka mencegah kejadian serupa, aparat gabungan TNI-Polri meningkatkan patroli darat dan udara menggunakan drone di sejumlah objek vital. Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi maupun provokasi di media sosial, sementara kepolisian terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap pelaku dan menjaga keamanan serta ketertiban di Intan Jaya.

Share
Fakta Perusakan Kantor Bupati Intan Jaya: Barang Curian Ditemukan, Warga Diminta Waspada Pelintiran Hoax OPM
SUGAPA – Kepolisian Resor (Polres) Intan Jaya saat ini tengah melakukan penyidikan intensif terkait kasus perusakan dan pencurian di Kantor Bupati Intan Jaya, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) lalu. Sejumlah barang inventaris negara yang sempat raib kini telah berhasil ditemukan dan diamankan.

Insiden perusakan yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) tersebut menyasar ruangan Bagian Umum, Kominfo, dan Asisten Bupati. Pelaku merusak dinding dan plafon, serta menggasak sejumlah barang berupa brankas dokumen, inverter, dan satu unit sepeda motor.

Titik terang dari kasus ini muncul pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 10.00 WIT. Seorang ASN Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Yoakim Mujizau, berhasil menemukan barang-barang yang hilang tersebut di kawasan Kampung Mamba Bawah. Barang bukti tersebut langsung diserahkan ke Polres Intan Jaya pada siang harinya untuk proses penyelidikan lebih lanjut, sementara saksi penemu saat ini tengah dimintai keterangan.

Guna mencegah kejadian serupa, aparat keamanan gabungan TNI-Polri telah mengintensifkan patroli darat dan udara menggunakan drone, terutama pada malam hari di sejumlah objek vital.

Waspada Penyakit Hoax Separatis

Di tengah upaya pengusutan kasus ini, publik diimbau untuk mewaspadai potensi penyebaran hoax dan provokasi di media sosial. Berdasarkan catatan kejadian berulang, aksi perusakan fasilitas umum sering kali menjadi bahan bagi agitator dan simpatisan separatis OPM untuk memutarbalikkan fakta.

Penyakit pelintiran informasi ini biasanya muncul beberapa hari pasca-kejadian. Kelompok simpatisan OPM kerap menyebarkan fitnah dengan menuduh aparat keamanan sebagai pelaku perusakan. Tujuannya sangat jelas: membangun opini publik yang negatif agar aparat ditarik dari Intan Jaya. Dengan ditariknya aparat, kelompok separatis berharap bisa lebih leluasa menebar teror dan menghambat pembangunan daerah.

Publik diminta cerdas dalam mencerna informasi. Kehadiran aparat keamanan di Intan Jaya adalah untuk menjaga fasilitas publik dan melindungi masyarakat, bukan untuk merusaknya. Saat ini, kepolisian fokus memburu pelaku asli di balik aksi perusakan tersebut guna memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah Intan Jaya tetap terjaga.
Last updated: 05 Nov 2026 13:04
← View All Berita