JAYAWIJAYA, 9/9/2026 — Menyusul laporan breaking news sebelumnya, fakta baru yang jauh lebih mengerikan dan biadab berhasil dihimpun oleh tim redaksi terkait pembantaian rombongan Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya di Jalan Trans Wamena-Lanny Jaya.
Bukan sekadar penembakan acak, aksi KKB yang diduga kuat dari Kodap III Ndugama Derakma ini adalah sebuah pembantaian terencana dengan motif rasialisme (SARA). Korban tewas yang sebelumnya dilaporkan berjumlah dua orang, kini dikonfirmasi menjadi tiga orang meninggal dunia (MD). Korban yang sebelumnya dilaporkan kritis, nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak jarak dekat.
Fakta Mengerikan: Dipaksa Turun dan Dipisah Berdasarkan Ras

Berdasarkan data dan keterangan saksi selamat di lapangan, kronologi sebenarnya sangat menyayat hati. Pada pukul 15.40 WIT, mobil Strada Triton yang membawa total 11 orang rombongan (bukan 8 orang seperti laporan awal) dihadang oleh sekitar 10 anggota KKB bersenjata laras panjang di Kampung Wening, Distrik Muliama.
Seluruh penumpang dipaksa turun dari kendaraan di bawah ancaman senjata. Dalam momen mencekam tersebut, KKB menunjukkan sifat rasis dan fasis mereka dengan memisahkan ke-11 korban menjadi dua kelompok: OAP (Orang Asli Papua) dan Non-OAP (Pendatang).
Delapan warga OAP dibiarkan hidup, sementara tiga orang pegawai abdi negara yang berstatus Non-OAP langsung dieksekusi secara keji di tempat.
Update Daftar Korban Meninggal Dunia (Gugur):
1. A.R, S.Pt. (Perempuan, 49 Tahun) – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kab. Jayawijaya. Suku Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Luka tembak di rusuk kiri depan).
2. drh. AAM (Laki-laki, 35 Tahun) – Dokter Hewan Dinkes Kab. Jayawijaya. Suku Sikka, NTT (Luka tembak mematikan di bagian muka).
3. WM (Perempuan, 24 Tahun) – CPNS Kab. Jayawijaya asal Kupang, Suku Rote, NTT. (Luka tembak di rusuk kanan depan).
Pemisahan rasial dan eksekusi terhadap warga sipil pendatang membuktikan bahwa KKB OPM tidak lebih dari kelompok teroris rasis.
Saat ini, 8 saksi selamat (OAP) tengah dimintai keterangan mendalam di Polres Jayawijaya untuk membongkar tuntas aksi pengecut ini. Kepolisian dan TNI kini bersiaga penuh di wilayah Wamena dan sekitarnya.