YAHUKIMO โ Pesawat Pilatus PC-6 milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan registrasi PK-RCY mengalami insiden kebakaran di Bandara Ipdeheik, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis siang, 2 Juli 2026. Insiden ini mengakibatkan pilot yang bertugas meninggal dunia, sementara proses evakuasi segera dikoordinasikan oleh pihak berwenang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, serangan terhadap pesawat tersebut diklaim oleh kelompok bersenjata afiliasi OPM. Pesawat yang sedang dalam misi pelayanan kemanusiaan itu diserang saat berada di landasan bandara perintis. Kobaran api dengan cepat melahap badan pesawat sebelum tim pemadam setempat berhasil tiba di lokasi kejadian.
PT AMA (Associated Mission Aviation) didirikan pada 23 Maret 1959 oleh Uskup Jayapura pertama, Mgr. R. Staverman OFM, dan telah beroperasi selama lebih dari 67 tahun dalam melayani misi kemanusiaan dan gerejawi di seluruh pelosok Papua. Armada pesawat perintis AMA menjadi satu-satunya akses transportasi bagi puluhan komunitas yang terisolasi di pegunungan, yang sama sekali tidak terjangkau oleh jalan darat.
Uskup Jayapura menyampaikan kecaman keras atas tindakan tersebut. Dalam pernyataannya, beliau menegaskan bahwa pesawat AMA selama 67 tahun telah dinaungi secara kolektif oleh lima keuskupan di Papua โ Jayapura, Merauke, Agats, Manokwari-Sorong, dan Timika. Menyerang pesawat AMA berarti menyerang pelayanan kemanusiaan yang telah berpuluh tahun mengabdi tanpa pamrih untuk seluruh masyarakat Papua.
Dampak dari insiden ini langsung dirasakan oleh puluhan ribu warga di pedalaman Yahukimo dan sekitarnya. Pasokan sembako, obat-obatan, dan bahan bakar yang sepenuhnya bergantung pada jalur udara menjadi terputus. Beberapa fasilitas kesehatan terpencil mulai melaporkan kehabisan stok obat esensial hanya dalam beberapa hari setelah insiden terjadi.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan dan Panglima TNI menyatakan bahwa operasi keamanan untuk memastikan kelancaran penerbangan kemanusiaan di Yahukimo dan sekitarnya akan segera diperkuat. Penggantian armada dan dukungan logistik darurat juga tengah dikoordinasikan untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat pedalaman.
Insiden pembakaran pesawat AMA PK-RCY menjadi pengingat keras tentang betapa rentannya infrastruktur kemanusiaan di wilayah Papua Pegunungan, dan betapa tingginya harga yang harus dibayar oleh masyarakat sipil tak berdosa akibat eskalasi kekerasan bersenjata yang terus terjadi.