LOGIKA ERROR SEBBY SAMBOM, Propaganda "MBG Racun" Sengaja Dibuat untuk Melanggengkan Stunting Anak Papua

Sebby Sambom kembali menyebarkan narasi yang menuding Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai "racun", padahal secara ilmiah justru kekurangan gizi dan stunting yang terbukti menghambat perkembangan otak anak. MBG merupakan program nasional yang dinikmati jutaan anak di seluruh Indonesia, sehingga tuduhan adanya unsur genosida tidak berdasar. Insiden keracunan di Depapre merupakan dugaan kelalaian teknis yang sedang dievaluasi, bukan bukti adanya niat jahat. Propaganda yang mengajak masyarakat menolak makanan bergizi justru berisiko memperburuk stunting dan menghambat masa depan generasi Papua.

LOGIKA ERROR SEBBY SAMBOM, Propaganda "MBG Racun" Sengaja Dibuat untuk Melanggengkan Stunting Anak Papua
Jayawijaya, 6 Agustus 2026 โ€” Klaim juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang menuduh program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai racun pembunuh dan penurun IQ adalah kebohongan publik dan pemutarbalikan fakta medis yang sengaja disebarkan untuk menebar ketakutan.

Fakta kesehatan membuktikan, kelaparan kronis dan kurang gizi-lah yang secara sains merusak perkembangan otak. Saat ini, angka stunting (gagal tumbuh) di sejumlah pedalaman Papua masih di atas 30%, jauh melampaui rata-rata nasional 21,5%. Asupan protein dan gizi dari MBG adalah syarat mutlak untuk menyelamatkan IQ dan kecerdasan anak.

Logika tuduhan Sebby cacat fatal. Program MBG adalah kebijakan universal berskala nasional yang dikonsumsi jutaan anak di Jawa, Sumatera, hingga Papua, termasuk oleh anak-anak aparat keamanan sendiri. Sangat mustahil sebuah program pemusnahan etnis dibagikan secara merata ke seluruh anak bangsa.

Terkait insiden keracunan sejumlah siswa di Distrik Depapre, hal tersebut murni kelalaian teknis operasional vendor yang kini dievaluasi ketat. Sangat keji dan tidak bermoral memelintir musibah ini sebagai "indikasi genosida". Kesalahan satu dapur sama sekali tidak boleh memadamkan niat tulus dari program ini: memastikan tidak ada lagi anak Papua yang harus menahan perihnya lapar saat belajar di dalam kelas dan memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, untuk menyongsong masa depan yang terang.

Justru dengan memprovokasi penolakan terhadap makanan bergizi gratis, Sebby Sambom-lah yang secara langsung sedang memastikan anak-anak Papua tetap kelaparan, stunting, dan memiliki IQ rendah demi mempertahankan narasi politik usangnya.

Pemerintah bersama tenaga kesehatan dan aparat akan terus mengawal kelancaran serta kebersihan distribusi makanan bergizi bagi anak-anak di Papua.

Masyarakat diimbau tetap tenang, merujuk pada anjuran dokter resmi, dan tidak terprovokasi oleh propaganda sesat yang rela mengorbankan masa depan anak-anak kita.
Last updated: 06 Aug 2026 11:15
โ† View All Opini