BREAKING NEWS: Penembakan Guncang Festival Lembah Baliem ke-34, Dua Warga Sipil Terluka

Pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 13.30 WIT, insiden penembakan terjadi di Lapangan Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 berlangsung. Dua warga sipil, Laode M. Koyong (43) dan Sulika (45), dilaporkan mengalami luka akibat tembakan dan rekoset serta telah dievakuasi ke RSUD Wamena dalam kondisi sadar. Aparat gabungan TNI-Polri mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.

BREAKING NEWS: Penembakan Guncang Festival Lembah Baliem ke-34, Dua Warga Sipil Terluka
WAMENA, 8 Agustus 2026 โ€“ Insiden penembakan keji oleh kelompok KANIBAL TPNPB terjadi di tengah perhelatan budaya internasional Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34. Serangan ini berlokasi di Lapangan Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIT.

Suara tembakan yang memecah keramaian membuat ribuan pengunjung panik dan berlarian menyelamatkan diri, memicu kekhawatiran mendalam di lokasi festival. Berdasarkan fakta di lapangan, tembakan tersebut diarahkan secara buta kepada warga sipil yang sedang berada di dalam mobil saat hendak mengikuti rangkaian kegiatan Baliem Culture Village Experience.

Akibat serangan tersebut, dua warga sipil asal wilayah Hom-Hom menjadi korban luka akibat tembakan dan rekoset (pantulan proyektil) peluru:

1. Laode M. Koyong (43 Tahun): Mengalami luka rekoset pada lutut kaki kanan (ยฑ 4 cm) dan luka robek pada pergelangan tangan sebelah kiri (ยฑ 3 cm).
2. Sulika (45 Tahun): Mengalami luka rekoset pada paha kiri (ยฑ 3 cm) dan punggung tangan kanan (ยฑ 2 cm).

Kedua korban telah berhasil dievakuasi dengan selamat dalam kondisi sadar, dan saat ini sedang mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Wamena.

Aparat gabungan TNI-Polri telah bertindak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengendalikan situasi di area festival agar tetap kondusif. Saat ini, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan kronologi pasti. Informasi lengkap akan disampaikan setelah ada keterangan resmi lanjutan dari pihak berwenang.

Aksi keji di tengah perayaan budaya ini menjadi bukti nyata bahwa kelompok KANIBAL TPNPB sama sekali tidak menginginkan adanya kedamaian di tanah Papua. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan waspada, sementara aparat keamanan menegaskan akan terus memburu para pelaku hingga tertangkap.
Terakhir diperbarui: 27 Aug 2026 04:52
โ† Lihat Semua Berita