Kamis (17/9/2026) pagi ini, aparat keamanan kembali melakukan pergeseran taktis di wilayah Pegunungan Papua. Koops TNI Habema sukses mengeksekusi operasi evakuasi jalur udara bagi warga sipil dari wilayah Mbua menuju Kenyam.
Fokus evakuasi kali ini adalah penyelamatan Ibu Sinta Bilolo (istri almarhum Aris, Korban pembunuhan KKB 15 September 2026 lalu) yang didampingi oleh dua orang pahlawan tanpa tanda jasa, yakni Ibu Haryati dan Ibu Murni, yang berprofesi sebagai guru SMA.
Proses ekstraksi berlangsung sangat cepat dan terukur menggunakan Helly Fennec sebagai pembuka jalur, disusul Helly Bell. Ground time helikopter di Titik Kumpul Mbua bahkan ditekan seminimal mungkin (4 sampai 6 menit) sebelum langsung mengudara kembali ke Kenyam, dan kini rombongan telah melanjutkan perjalanan aman ke Wamena dengan pesawat Caravan.
Membaca Arah Kebijakan Keamanan di Papua:

Jika dilihat dari kacamata sosial budaya dan pertahanan keamanan, operasi hari ini memperlihatkan taktik yang sangat jelas:
- Aspek Pertahanan dan Keamanan: Penggunaan aset helikopter untuk evakuasi warga sipilโalih-alih lewat daratโmenandakan aparat sangat mengkalkulasi tingginya kerawanan jalur darat dari ancaman gangguan (ambush). Taktik "ekstraksi kilat" ini dipilih untuk menghindari kontak tembak terbuka yang bisa berisiko bagi warga.
- Aspek Sosial Budaya: Memprioritaskan evakuasi bagi keluarga korban yang sedang berduka serta para tenaga pendidik (guru) menunjukkan pendekatan operasi militer yang kini sangat menitikberatkan pada human security. Melindungi guru berarti negara turun tangan langsung memproteksi urat nadi sosial dan pelayanan publik di daerah konflik.
Operasi evakuasi hari ini berjalan aman dan terkendali. Mari doakan agar situasi di Bumi Cenderawasih terus berangsur kondusif.