Jayapura, 6 Agustus 2026 โ Rencana Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang disiarkan media Jubi pada 5 Agustus 2026 untuk menggelar demonstrasi serentak pada 15 Agustus mendatang dipastikan hanyalah propaganda kosong. Seruan ini merupakan bentuk keputusasaan dan upaya menutupi rasa malu pasca gagal totalnya aksi mereka pada 3 Agustus lalu.
Fakta di lapangan membuktikan, masyarakat Papua sudah cerdas dan menolak bersimpati pada KNPB. Aksi 3 Agustus kemarin sepi peminat dan berujung kegagalan memalukan karena krisis kepercayaan, krisis dana operasional, hingga macetnya logistik dasar seperti "nasi bungkus" untuk para peserta di lapangan.
Motif di balik rencana aksi 15 Agustus dengan dalih memperingati Perjanjian New York sangat mudah ditebak. Ini tidak lebih dari proposal politik elit KNPB untuk menarik perhatian dan memancing suntikan dana segar dari donatur asing maupun simpatisan terselubung.
Logikanya jelas: rakyat hanya dijadikan tumbal di jalan demi keuntungan finansial elit KNPB. Klaim 'konsolidasi lanjutan' tak lebih dari kedok menutupi kebangkrutan gerakan karena Dana USD 300.000 dari Kurawal Foundation telah habis diโbagi-bagiโ oleh para elitnya.
Saat ini, masyarakat Papua lebih memilih fokus pada pendidikan dan kesejahteraan keluarga. Tetaplah beraktivitas normal dan abaikan provokasi demo 15 Agustus. Jangan mau dijadikan alat cari dana oleh KNPB yang sudah ditinggalkan simpatisannya sendiri.
#PapuaIndonesia #PapuaDamai #PapuaAman #PapuaBangkit