Jayapura, 25 Juli 2026 — Beredar rilis Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang mengklaim upacara militer dan penyerahan satu pucuk senjata rampasan kepada Egianus Kogeya setelah “evaluasi total” Kodap III Ndugama Derakma. Klaim ini tidak lebih dari propaganda putus asa dan menjilat ludah sendiri.
Fakta di lapangan menunjukkan kelompok bersenjata ini semakin terjepit. Ruang geraknya menyempit, logistik terputus, dan frustasi mendalam karena warga Papua sendiri sudah melabeli mereka sebagai kanibal setelah rangkaian kekejaman 20–21 Juli 2026. Ancaman “siap perang berapa pun personel TNI” hanyalah omongan kosong dari kelompok yang terisolasi.
Mereka juga dengan bangga mengulang sejarah penyanderaan pilot sipil — termasuk Kapten Philip Mark Mehrtens yang ditahan 1 tahun 9 bulan dan pesawat dibakar. Itu hanya semakin mempertegas kejahatan terhadap warga sipil yang sudah mereka akui sendiri.
Papua tetap bagian sah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak pernah ada kemerdekaan 1 Desember 1961 yang diakui dunia. Rilis ini hanya teriakan terakhir kelompok yang semakin terdesak.
Jaga persatuan dengan fakta, bukan propaganda putus asa.
NKRI Harga Mati! Papua Damai, Aman dan Terus bangkit.