INTAN JAYA — Isu penculikan dan penyiksaan terhadap lima warga sipil di Kabupaten Intan Jaya oleh aparat TNI dipastikan sebagai informasi hoaks atau berita bohong. Kelima warga yang sempat diamankan oleh Satgas Yonif 744/SYB tersebut dalam kondisi sehat dan justru secara sukarela mengucapkan Ikrar Kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Sebelumnya, beredar narasi di media sosial yang menuduh aparat melakukan penangkapan sepihak pada Sabtu (5/9) sore. Faktanya, kelima warga berinisial JJ, MS, PB, NS, dan RS tersebut diamankan aparat usai kedapatan berinteraksi secara diam-diam dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Obet Japugau di pesisir Sungai Wabu.

Kelima warga tersebut kemudian dibawa ke Pos TK J2 untuk dimintai keterangan. Pihak TNI mengamankan mereka semalaman guna menjamin keselamatan, mengingat tingginya potensi intimidasi atau ancaman dari pihak OPM jika mereka langsung dilepaskan pada malam hari. Kondisi mereka selama di pos dipastikan sangat baik, bahkan sempat terekam sedang minum kopi bersama aparat TNI di dalam ruangan yang layak.
"Pelaksanaan Ikrar Setia kepada NKRI ini menjadi bukti nyata yang menepis opini liar atau hoaks dari pihak-pihak yang menyudutkan aparat keamanan," tegas Dansatgas Yonif 744/SYB, Letkol Inf Ronaldo Konstantin, Minggu (6/9).
Acara pengucapan ikrar yang berlangsung pada pukul 08.00 WIT tersebut berjalan aman dan lancar dengan disaksikan langsung oleh masyarakat Kampung Yokatapa.
Rangkaian acara berlangsung khidmat, diwarnai dengan pemberian baju batik kepada kelima warga, penandatanganan dokumen ikrar, hingga prosesi penciuman Bendera Merah Putih. Acara ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gembala setempat dan penyerahan bantuan sembako oleh pihak TNI kepada para warga.
Melalui peristiwa ini, aparat keamanan mengimbau agar masyarakat sipil di Papua tidak mudah terhasut propaganda separatis dan berhati-hati agar tidak dimanfaatkan sebagai alat penghubung logistik oleh kelompok yang kerap menciptakan gangguan keamanan.