
Paradoks Franky Woro: Film Pesta Babi di Tengah Keberhasilan PSN & Hukum yang Sah
Tulisan ini menyoroti kontradiksi antara narasi yang dibangun Franky Woro dalam film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita dengan putusan pengadilan dan statusnya sebagai aparatur pemerintah. Artikel tersebut menyatakan bahwa gugatan terhadap izin lingkungan PT Indo Asiana Lestari telah ditolak hingga tingkat kasasi karena dinilai tidak memenuhi syarat hukum, sementara narasi perlawanan dipandang sebagai bagian dari strategi advokasi jangka panjang. Di sisi lain, penulis menilai terdapat paradoks karena Franky berstatus PPPK yang menerima gaji dan fasilitas dari negara, namun tetap mengkritik kebijakan pemerintah. Artikel juga berpendapat bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan memiliki dasar hukum dan diklaim membawa dampak positif terhadap pembangunan serta perekonomian daerah.
