Operasi Besar-besaran Gempur Markas OPM di Nduga: Satu Tewas, Enam Luka; Egianus Kogoya Protes

Klaim mengenai operasi besar-besaran TNI yang disebut menyasar markas OPM pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, kembali menjadi sorotan setelah pihak OPM menyebut satu anggotanya, Perek Jelas Kogoya, tewas dan enam lainnya terluka. Kelompok tersebut juga mengklaim basis Kodap III Ndugama-Derakma mengalami kerusakan serta menyampaikan protes terhadap operasi yang dinilai berisiko terhadap warga sipil. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan sikap pemerintah terhadap kelompok separatis dan menyatakan penanganan Papua juga perlu disertai pembangunan serta peningkatan kesejahteraan. Hingga berita ini diturunkan, TNI belum memberikan keterangan resmi yang mengonfirmasi secara rinci waktu, lokasi, maupun dampak operasi yang disebut terjadi di Nduga.

Bagikan
Operasi Besar-besaran Gempur Markas OPM di Nduga: Satu Tewas, Enam Luka; Egianus Kogoya Protes

Nduga – Beredar klaim operasi besar-besaran yang menghantam posisi yang disebut sebagai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

 

Dalam insiden itu, OPM menyebut satu anggotanya, Perek Jelas Kogoya, tewas, sementara enam lainnya dilaporkan terluka akibat serangan yang menyasar basis mereka. Sejumlah narasi yang beredar di media sosial juga menyebut markas Kodap III Ndugama-Derakma milik kelompok itu hancur dalam operasi tersebut.

 

Menanggapi serangan itu, Egianus Kogoya bersama komandan operasi KKB OPM, Mayor Belia Kogeya, menyuarakan protes terhadap operasi besar-besaran yang dilakukan TNI di wilayah Nduga. Mereka menilai langkah tersebut membuat pertempuran tidak seimbang dan berpotensi membahayakan warga sipil yang tinggal di sekitar lokasi operasi.


Keberatan itu disampaikan dalam pernyataan yang kemudian viral dan menjadi sorotan publik. Dalam pernyataannya, pihak KKB OPM menyebut operasi itu menargetkan koordinat yang mereka klaim sebagai basis operasi mereka di kawasan pegunungan Nduga.

 

Menanggapi protes tersebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan sikap keras terhadap kelompok separatis. “OPM kan separatis, ya maka harus ditumpas. Tak boleh ada separatis di negara kita,” ujar Agus saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

 

Agus menambahkan bahwa penanganan situasi di Papua tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan militer, melainkan juga perlu diperkuat dengan upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut terkait tanggal pasti, lokasi spesifik, maupun detail operasi yang dimaksud dalam klaim operasi besar-besaran di Nduga.

 

Hingga berita ini diturunkan, TNI belum merilis keterangan resmi yang mengonfirmasi secara rinci waktu, tempat, dan dampak operasi yang disebut-sebut terjadi di Nduga tersebut.

Terakhir diperbarui: 29 Sep 2026 10:18
← Lihat Semua Berita