Kemunafikan Kemanusiaan: Menggugat Nurani Demonstran dan Aktivis HAM di Papua
Aksi demonstrasi yang menolak pembangunan dan kehadiran aparat keamanan di Papua dinilai bertolak belakang dengan kondisi masyarakat pedalaman yang justru menjadi korban kekerasan kelompok separatis bersenjata (OPM). Artikel menyoroti insiden penembakan pilot dan pembakaran pesawat misi kemanusiaan PT Associated Mission Aviation (AMA) di Yahukimo pada 2 Juli 2026, yang disebut memutus akses logistik, layanan kesehatan, dan pendidikan bagi warga di wilayah terpencil. Selain mengecam pembunuhan pilot yang selama ini melayani masyarakat pedalaman, artikel juga mengutip kecaman dari Uskup Jayapura yang menegaskan bahwa AMA telah mengabdi untuk misi kemanusiaan di Papua selama puluhan tahun. Penyerangan terhadap pesawat tersebut dinilai sebagai serangan terhadap pelayanan kemanusiaan. Artikel turut mengkritik sejumlah aktivis dan demonstran yang dianggap lebih fokus menuntut penarikan aparat keamanan, tetapi dinilai tidak memberikan respons yang sama terhadap aksi kekerasan OPM, termasuk penembakan warga sipil di Intan Jaya. Pada akhirnya, artikel mempertanyakan konsistensi pembelaan terhadap hak asasi manusia apabila kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak turut dikecam.