JALUR LOGISTIK OPM TERPUTUS! RUANG GERAK KKB MAKIN SEMPIT DI YAHUKIMO, KURIR PILIH KEMBALI KE NKRI

Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 5 Marinir menggerebek sebuah rumah singgah yang diduga terkait jaringan logistik OPM di kawasan Jalan Gunung, Distrik Dekai, Yahukimo, setelah memperoleh informasi dari Akubur Keroman, yang disebut terafiliasi sebagai kurir logistik OPM Batalyon Yalenang Kodap XVI. Dalam penindakan tersebut, aparat menyita senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, amunisi, serta atribut Bintang Kejora. Dua pemuda lainnya, Nikson Koldoman dan Yorim Magayang, dinyatakan sebagai warga sipil tanpa afiliasi separatis. Akubur kemudian memilih pendekatan persuasif, menyatakan kesetiaan kepada NKRI, dan diserahkan kembali bersama kedua rekannya kepada keluarga. Peristiwa ini menunjukkan upaya aparat memutus jaringan logistik sekaligus mendorong pendekatan humanis terhadap individu yang bersedia meninggalkan kelompok bersenjata.

Bagikan
JALUR LOGISTIK OPM TERPUTUS! RUANG GERAK KKB MAKIN SEMPIT DI YAHUKIMO, KURIR PILIH KEMBALI KE NKRI

YAHUKIMO – Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 5 Marinir berhasil memberikan pukulan telak terhadap jaringan logistik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) OPM di Yahukimo. Lewat sebuah operasi senyap pada Sabtu (3/10/2026) dini hari, pasukan elit TNI AL ini sukses menggerebek sebuah rumah singgah kelompok separatis di kawasan Jalan Gunung, Distrik Dekai.

 

Penindakan taktis ini bermula dari informasi intelijen lapangan dan operasi penyekatan terhadap sebuah mobil yang mengarah ke Kwelamdua sehari sebelumnya. Dari giat tersebut, aparat menghentikan tiga pemuda Suku Kimyal, yakni Akubur Keroman (25), Nikson Koldoman (20), dan Yorim Magayang (18).

 

Dari hasil pendalaman dan kroscek kepolisian, Nikson dan Yorim dipastikan murni warga sipil tanpa afiliasi separatis. Sebaliknya, Akubur teridentifikasi kuat sebagai kurir logistik OPM Batalyon Yalenang Kodap XVI.

 

Berbekal informasi dari Akubur, komando pasukan Marinir langsung bermanuver pada pukul 03.20 WIT di bawah pekatnya malam. Operasi penggerebekan ke rumah singgah sasaran berlangsung sangat terukur tanpa memantik satu pun letusan peluru. Di lokasi, aparat menyita satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, amunisi, serta berbagai perlengkapan identitas dan atribut Bintang Kejora.


Hasil interogasi lebih lanjut menyingkap tabir pasokan senjata kelompok ini. Akubur, yang kooperatif dan diamankan tanpa perlawanan, mengaku diperintah oleh atasannya, Koroway Odban, untuk menyiapkan persenjataan. Senjata rakitan itu baru saja ia beli seharga Rp 1 juta pada 30 September 2026 dari seorang anggota OPM bernama Apiten Kobak. Sedianya, pistol tersebut akan digunakan untuk melancarkan aksi gangguan keamanan di wilayah Dekai.

 

Meski terbukti terafiliasi dan terlibat pengadaan senjata, rekam jejak kepolisian menunjukkan Akubur belum pernah terlibat langsung dalam aksi kriminalitas maupun kekerasan berdarah. Merespons hal ini, aparat memilih untuk mengedepankan pendekatan restoratif. Menyadari kesia-siaan perjuangan kelompoknya, sang mantan kurir itu akhirnya memilih jalan damai.

 

Sabtu (3/10/2026) pagi, Akubur secara sadar mengucap ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mencium Sang Saka Merah Putih. Rangkaian langkah persuasif ini ditutup dengan penyerahan kembali Akubur beserta dua rekannya kepada pihak keluarga.

 

Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa ketegasan kebijakan keamanan yang dipadukan dengan pendekatan humanis terbukti efektif dalam memutus urat nadi logistik sekaligus mempersempit ruang gerak KKB di tanah Papua.

Terakhir diperbarui: 05 Oct 2026 10:30
← Lihat Semua Berita