Di balik Ancaman TPNPB! Eksekusi Pejabat OAP Hanya Bukti Kanibalisme Demi Uang

Rilis Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang berisi ancaman terhadap gubernur, bupati, anggota DPR, ASN, kepala desa, dan pejabat di Papua dinilai sebagai ancaman terhadap sesama Orang Asli Papua karena sebagian besar pihak yang disebut merupakan OAP. Narasi ini juga menyebut klaim TPNPB mengenai keberadaan puluhan komando pertahanan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, serta menuduh kelompok tersebut mengalami keterbatasan logistik dan menjadikan kekerasan sebagai cara untuk mempertahankan eksistensi. Selain itu, mereka menilai ancaman dan aksi kekerasan yang dilakukan lebih didorong oleh kepentingan finansial daripada kepentingan masyarakat Papua.

Di balik Ancaman TPNPB! Eksekusi Pejabat OAP Hanya Bukti Kanibalisme Demi Uang
Yahukimo, 26 Juli 2026 — Rilis terbaru Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang mengancam mengeksekusi mati Gubernur, Bupati, anggota DPR, ASN, Kepala Desa, dan seluruh pejabat Papua yang dituduh “agen kolonialisme Indonesia” adalah pengakuan terbuka bahwa kelompok ini telah menjadi kanibal terhadap saudara sendiri.
 
Fakta tak terbantahkan: hampir seluruh pejabat yang mereka ancam adalah Orang Asli Papua. Gubernurnya OAP, Bupatinya OAP, anggota DPRnya OAP, 90 persen ASN-nya OAP, Kepala Desanya OAP. Mengancam membunuh mereka sama saja dengan mengancam membunuh rakyat Papua sendiri. Ini bukan perjuangan, ini kanibalisme.
 
Klaim “36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua” juga bohong besar. Aktivitas mereka kini hanya tersisa di Yahukimo dan Intan Jaya. Itu bukti nyata mereka sudah terjepit dan dikepung aparat. Rakyat Papua sendiri sudah menolak karena aksi membunuh saudara sendiri.
 
Logistik mereka habis. Seluruh lapisan masyarakat — dari pejabat hingga petani — kini dilindungi aparat untuk memutus rantai pasok. Bukti paling jelas adalah kembalinya Egianus Kogoya. Upacara heroik dan propaganda “siap perang” hanyalah kedok menutupi kehabisan uang miliaran hasil pengkhianatan setelah penyerahan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens.
 
Motivasi mereka bukan membela rakyat. Motivasi mereka adalah uang.
Membunuh aparat karena uang.
Membunuh saudara sendiri karena uang.
Membunuh pejabat wilayah karena uang.
Membunuh pilot karena uang.
 
Bahkan Komnas HAM yang dulu sering mereka andalkan kini lebih sibuk melindungi kelompok LGBTQ (rilis resmi 030/HM.00/VII/2026) ketimbang mengecam pembantaian warga OAP.
 
Kesimpulannya : DEMI UANG, OPM JADI KANIBAL. KKB = Komplotan KANIBAL Bodok
Last updated: 29 Jul 2026 02:58
← View All Analisis