DOGIYAI – Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Kanit Binmas Polsek Kamuu, Aipda Agus Sugianto, menjadi korban pembacokan oleh 4 Orang Tak Dikenal (OTK) di kawasan Kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Rabu (30/9) pagi. Akibat insiden ini, korban mengalami luka berat namun dilaporkan dalam kondisi sadar.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.45 WIT. Saat itu, Aipda Agus sedang dalam perjalanan mengendarai sepeda motor menuju Mapolsek Kamuu. Setibanya di depan SMAN 2 Dogiyai, perjalanannya mendadak dihentikan oleh 4 OTK yang membawa senjata tajam jenis samurai.

Melihat adanya ancaman, korban spontan menghentikan kendaraannya dan berusaha melarikan diri. Namun, dua dari empat pelaku langsung menyerang dan membacok korban. Aipda Agus sempat berusaha menahan ayunan senjata tajam tersebut, yang mengakibatkan tangan kirinya terkena tebasan.
Setelah korban terjatuh ke aspal, para pelaku kembali melakukan penganiayaan yang menyasar bagian tangan dan kaki korban sebelum akhirnya melarikan diri dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sepuluh menit berselang, sekitar pukul 06.55 WIT, rekan korban yakni Bripda Rivaldo Kamiroki melintas di lokasi dan mendapati Aipda Agus tergeletak bersimbah darah. Berdasarkan keterangan singkat korban di TKP, Bripda Rivaldo langsung bergegas menuju Polsek Kamuu dan melaporkan kejadian tersebut via HT ke Polres Dogiyai.
Merespons laporan tersebut, personel gabungan Polsek Kamuu dan Polres Dogiyai yang dipimpin langsung oleh Kapolres Dogiyai, Kompol Dr. Piter Kendek, tiba di lokasi pada pukul 07.15 WIT untuk mengamankan area dan mengevakuasi korban.
Korban dievakuasi ke Apotek K12 Moanemani untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Madi, Kabupaten Paniai pada pukul 08.05 WIT dengan pengawalan ketat dari personel Polres Dogiyai dan Brimob BKO Polda Papua.
Berdasarkan data kepolisian, Aipda Agus Sugianto menderita luka bacok serius di bagian siku tangan kiri, pergelangan tangan kanan, dan pergelangan kaki sebelah kiri. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif guna memburu keempat pelaku.